Thursday, November 18, 2010

Mikrokontroler ATMega 8535

Pertumbuhan teknologi telah mendorong pengembangan dunia elektronik terutama full speed di dunia mikroelektronika. Dengan penemuan silicon, sektor ini memberikan kontribusi yang berharga untuk pengembangan teknologi modern. Atmel sebagai salah satu vendor yang mengembangkan dan memasarkan produk mikroelektronika telah menjadi teknologi standar bagi banyak perancang elektronik saat ini. Dengan perkembangan terbaru AVR (Alf dan Vegard's Risc prosesor) generasi sehingga sistem elektronik desainer telah diberikan sebuah teknologi yang memiliki kemampuan canggih tetapi dengan harga murah. 

Mikrokontroler AVR memiliki arsitektur RISC 8 bit di mana semua instruksi yang dieksekusi dalam satu siklus clock. Dibandingkan dengan instruksi ASM51 yang membutuhkan siklus 12 clock. Ini terjadi, jelas karena keduanya memiliki arsitektur yang berbeda, satu adalah RISC dan yang lain CISC. Secara umum, AVR dapat dikelompokkan ke dalam 4 kelas, yaitu :
1.    ATtiny
2.    AT90Sxx
3.    ATmega
4.    AT86RFxx


Pada dasarnya, kelas dipisahkan oleh memori, peripheral, dan fungsinya. Adapun arsitektur dan instruksi yang digunakan, pada dasarnya mereka serupa. Jadi salah satu produk Atmel AVR, ATmega8535, digunakan untuk proyek akhir ini dengan pemahaman pemrograman menggunakan simulasi yang terkandung dalam Code Vision 4 Win 7 atau lebih terkenal dengan sebutan CVAVR. 

Gambar 2.3 Blok Diagram ATMega 8535

Secara umum konfigurasi PIN ATMEGA 8535 yaitu :
1.    VCC
Input sumber tegangan (+)
2.    GND
Ground (-)
3.    Port A (PA7 - PA0)
Berfungsi sebagai input analog dari ADC (Analog to Digital Converter). Port ini juga berfungsi sebagai port I/O dua arah, jika ADC tidak digunakan.

TABEL 2.1 FUNGSI PORT A
PORT A
Fungsi tambahan
PA.0
ADC 0 (input ADC channel 0)
PA. 1
ADC 1 (input ADC channel 1)
PA. 2
ADC 2 (input ADC channel 2)
PA. 3
ADC 3 (input ADC channel 3)
PA. 4
ADC 4 (input ADC channel 4)
PA. 5
ADC 5 (input ADC channel 5)
PA. 6
ADC 6 (input ADC channel 6)
PA. 7
ADC 7 (input ADC channel 7)

4.    Port B (PB7 - PB0)
Berfungsi sebagai port I/O dua arah. Port PB5, PB6 dan PB7 juga berfungsi sebagai MOSI, MISO dan SCK yang dipergunakan pada proses downloading. 

TABEL 2.2 FUNGSI PORT B
PORT A
Fungsi tambahan
PA.0
T0 (Timer/Counter0 External Counter Input)
XCK (USART External Clock Input/Output)
PA. 1
T1 (Timer/Counter1 External Counter Input)
PA. 2
AIN0 (Analog Comparator Positive Input)
INT2 (External Interrupt 2 Input)
PA. 3
AIN1 (Analog Comparator Negative Input)
OC0 (Timer/Counter0 Output Compare Match Output)
PA. 4
SS(SPI Slave Select Input)
PA. 5
MOSI (SPI Bus master Ouput/Slave Input)
PA. 6
MISO (SPI Bus master Input/Slave Output)
PA. 7
SCK (SPI Bus Serial Clock)

5.    Port C (PC7 - PC0)
Berfungsi sebagai port I/O dua arah. 

TABEL 2.3 FUNGSI PORT C
PORT A
Fungsi tambahan
PA.0
SCL (Two wire Serial Bus Clock Line)
PA. 1
SDA (Two wire Serial Bus Data Input/Ouput Line)
PA. 2
TCK (JTAG Test Clock)
PA. 3
TMS (JTAG Test Mode Serat)
PA. 4
TDO (JTAG Test Out)
PA. 5
TDI (JTAG Test In)
PA. 6
TOSC1 (Timer Oscillator Pin1)
PA. 7
TOSC2 (Timer Oscillator Pin2)

6.    Port D (PD7 - PD0)
Berfungsi sebagai port I/O dua arah. Port PD0 dan PD1 juga berfungsi sebagai RXD dan TXD, yang dipergunakan untuk komunikasi serial. 

TABEL 2.4 FUNGSI PORT C
PORT A
Fungsi tambahan
PA.0
RXD (USART Input Pin)
PA. 1
TXD (USART Ouput Pin)
PA. 2
INT0 (External Interrupt 0 Input)
PA. 3
INT1 (External Interrupt 1 Input)
PA. 4
OC1B (Timer/Counter1 Output Compare B Match Output)
PA. 5
OC1A (Timer/Counter1 Output Compare A Match Output)
PA. 6
ICP1 (Timer/Counter Input Capture Pin)
PA. 7
OC2 (Timer/Counter2 Output Compare Match Output)

7.    RESET
Input reset.

8.    XTAL1
Input ke amplifier inverting osilator dan input ke sirkuit clock internal. 

9.    XTAL2
Output dari amplifier inverting osilator.

10.    AVCC
Input tegangan untuk Port A dan ADC. 

11.    AREF
Tegangan referensi untuk ADC.
 


Gambar 2.4  Konfigurasi PIN pada ATMega 8535

Fitur-fitur yang disediakan untuk AVR ATMEGA 8535 adalah :
1.    Frekuensi clock maksimum 16 MHz
2.    Jalur I/O 32 buah (Port A, Port B, Port C dan Port D)
3.    ADC 10 bit sebanyak 8 input
4.    Timer/counter sebanyak 3 buah
5.    CPU 8 bit yang terdiri dari 32 register
6.    Watchdog Timer dengan osilator internal
7.    SRAM sebesar 512 byte
8.    Interrupt internal dan eksternal
9.    Port komunikai SPI
10.    Analog komparator

No comments:

Post a Comment

Cara Menyenangkan Mengajarkan Bahasa Inggris Pada Anak

pic from : bnu.edu.iq Mumpung lagi on-fire nulis blog, mari lanjutkan tulisan yang udah terlanjur numpuk di otak. Hehe.. Kali ini saya...