Friday, February 1, 2013

Masa Kecil Rasulullah SAW

Sepertinya sudah hampir 1 tahun, tidak menulis lagi di blog. Hehee.. sejalan dengan penulisan blog ini, tujuannya adalah untuk sharing pengetahuan dan pengalaman. Sekarang ini, saya dan suami sedang giat membaca buku tentang Sirah Nabi Muhammad SAW. J

Judul bukunya “THE GREAT STORY OF MUHAMMAD SAW, REFERENSI LENGKAP HIDUP RASULULLAH SAW DARI SEBELUM KELAHIRAN HINGGA DETIK-DETIK TERAKHIR” penyusun Ahmad Hatta, dkk. Penerbit Maghfirah Pustaka.

Buku ini akan membuat kita takjub dan semakin sayang dengan baginda Rasulullah. Betapa tidak, jika kita membaca bagaimana perjuangan dakwah beliau yang penuh dengan rintangan dari kaum kafir,musyrik Quraisy. Kesabaran Rasulullah yang luar biasa. Sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Buku ini full colour, sehingga sangat enak sekali dibaca. Lengkap dengan gambar-gambar serta peta perjalanan Rasulullah.

Pertama-tama kita akan disajikan dengan bab :
Dunia sebelum Nabi SAW diutus
Jelang masa kenabian
Masa kenabian
Periode Madinah

Dunia Sebelum Rasulullah Diutus
Dunia diselimuti dengan awan kegelapan. Arab dipenuhi dengan perilaku jahiliyah seperti penyembahan berhala, perang antar kabilah, penindasan kepada kaum wanita, dsb. Sedangkan diluar Arab lebih parah lagi .

Jelang Masa Kenabian

Perang Gajah
Tepat 50 hari sebelum Rasulullah lahir, terjadilah perang Gajah. Pasukan Abrahah dari kota Shan’a menyiapkan 6000 prajurit dan 9 atau 13 ekor gajah untuk menyerang Ka’bah. Namun saat di lembah Muhasir yang terletak antara Mina dan Muzdalifah, tiba-tiba gajah dalam pasukan tersebut berhenti tidak mau melanjutkan perjalanan ke Makkah. Hingga muncul  burung-burung yang mengahcurkan pasukan itu. Burung itu laksana besi pengait dan lekukan tubuhnya seperti kacang adas. Setiap burung melempar tiga buah batu : satu di paruh dan dua di kedua kakinya. Bila batu itu mengenai seseorang, tubuh orang itu akan berlubang seperti daun dimakan ulat. Abrahah  berhasil menyelamatkan diri. Namun setibanya di Shan’a ia menderita penyakit aneh, persendiannya lepas satu per satu, hingga jantungnya menyembul keluar dan meninggal. Naudzubillah … Dunia pun gempar hampir tidak mempercayai hal tersebut.

Rasulullah SAW Lahir
Di Makkah, tepatnya di rumah Abu Thalib (paman Rasulullah), Rasulullah lahir dari rahim Aminah. Hari itu Senin 12 Rabiul Awal Tahun Gajah / 20  April 571 Masehi. Saat melahirkan, dari rahim Aminah keluar cahay yang menerangi istana-istana negeri Syam. Kemudian berhala-berhala berjatuhan, istana Kisra berguncang, dan api sesembahan orang Persia padam. Subhanallah..

Berpisah dengan Ibu
Pada tahun pertama kehidupannya, Muhammad kecil sudah berpisah dengan ibunya, Aminah. Muhammad diasuh dan disusui oleh Halimah as-Sa’diyah, dilingkungan bani Sa’ad. Pada usia ke 4 tahun, Muhammad kecil dibelah dadanya oleh Malaikat Jibril. Peristiwa itu membuat Halimah mengembalikan Muhammad ke Aminah.

Diasuh Sang Kakek
Hanya 2 tahun Muhammad mendapat belaian kasih sayang ibunya. Pada usianya yang ke 6, Aminah membawa Muhammad untuk berziarah di makam ayahnya, Abdullah di Abwa. Di tengah perjalanan Aminah sakit dan akhirnya meninggal. Sejak saat itu Muhammad diasuh oleh kakeknya Abdul Muthallib. Abdul Mutahallib merupakan salah satu pembesar kaum Quraisy. Beliau sangat menyayangi cucunya, bahkan tak segan mencium, menggendong dan membawanya kesana kemari di kalayak ramai bak sekuntum mawar.

Berdagang
Saat usia Muhammad 8 tahun sang kakek meninggal. Muhammad kecil kemudian diasuh oleh pamannya, Abu Thalib. Walau secara ekonomi Abu Thalib kekurangan dan memiliki banyak anak, tetapi ia tidak mengurangi sedikitpun kasih saying kepada Muhammad.
Sang paman  mulai mengajak Muhammad kecil untuk berwirausaha dengan mengajaknya berdagang ke Syam dan Bashrah. Muhammad juga menggembala kambing dan mendapat imbalan dari pekerjaannya tersebut.  

Ikut Perang Fijar
Benih kepemimpinan rasulullah telah Nampak sejak beliau masih belia. Walau saat itu usianya baru 15 tahun, beliau mendampingi para pamannya dalam pertempuran. Muhammad menuturkan, “Aku membalas serangan panah musuh begitu mereka menghujani pamanku dengan anak panah.”

Menikah dengan Khadijah
Kejujuran Muhammad dalam berdagang terdengar oleh saudagar kaya, Khadijah. Kemudian Muhammad mendapat tawaran dari Khadijah untuk menjualkan barang-barang dagangannya ke Syam. Khadijah meminta pelayan terbaiknya, Maisarah, untuk ikut bersama Muhammad. Setelah 4 tahun berdagang, kemudian Muhammad kembali ke Mekkah. Sesampainya disana, beliau langsung menuju kediaman Khadijah untuk menyetorkan modal, dan keuntungan.
Maisarah menceritakan tentang keluhuran budi Rasullah dna tanda-tanda kenabian Muhammad. Hal itu membuat Khadijah berkeinginan untuk menikah dengan Muhammad. Saat itu usia Muhammad 25 tahun dan Khadijah 40 tahun. Dari rahim Khadijah lahir enam anak : Qasim, Abdullah, Ruqayyah, Zainab, Ummu Kultsum, dan Fathimah.   

Sengketa Hajar Aswad
Ketika renovasi Ka’bah hampir selesai terjadi pertikainan diantara suku Quraisy. Mereka bingung menentukan siapa yang berhak meletakan hajar aswad. Muhammad muda akhirnya tampil sebagai penengah. Solusi yang diberikan sangat bijak sehingga semua suku quraisy merasa puas dan tak ada yang kecewa.


0 comments :

Post a Comment

Tak ada kesan tanpa comment tar anda... :)