Friday, July 24, 2015

Pentingnya Guru Dalam Ilmu Agama Pada Rumah Tangga






Ilmu agama tidak bisa diperoleh dengan hanya membaca buku atau kitab atau internet. Akan tetapi harus talaqqi, belajar secara langsung kepada para ulama yang dipercaya. Hal ini seperti yang menjadi tradisi di dunia pesantren.

Mengapa dalam ilmu agama harus belajar melalui seorang guru, dan tidak cukup secara otodidak? Hal ini didasarkan pada hadits-hadits berikut ini.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

يا أيها الناس تعلموا فإنما العلم بالتعلم والفقه بالتفقه
"Wahai manusia, belajarlah ilmu. Karena sesungguhnya ilmu hanya diperoleh dengan belajar dan pengetahuan agama hanya diperoleh dengan belajar melalui guru. (Hadits hasan).

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

من قال في القرآن برأيه فأصاب فقد أخطأ
"Barangsiapa berpendapat mengenai al-Quran dengan pendapatnya sendiri, lalu pendapat itu benar, maka ia telah benar-benar keliru".


Dalam hadits lain, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

من قال في القرآن برأيه فليتبوأ مقعده من النار
"Barangsiapa yang berpendapat mengenai al-Quran dengan pendapatnya, maka bersiaplah menempati tempatnya di neraka". (Hadits shahih).

Hadits-hadits di atas memberikan pengertian keharusan berguru dalam ilmu agama. Bukan dipelajari secara otodidak dari buku dan Google.

Berdasarkan paparan di atas, orang yang belajar ilmu agama secara otodidak atau belajar kepada kaum orientalis tidak bisa dikatakan sebagai orang yang alim, akan tetapi disebut sebagai bahits, peneliti dan pengkaji. Orang semacam ini tidak boleh menjadi rujukan dalam agama. Wallahu allam..

Dalam hidup berumah tangga seorang suami yang memiliki guru dalam ilmu agama akan lebih menghargai dan menyayangi istrinya. Seorang guru yang sudah dekat muridnya pasti akan memiliki ikatan batin yang cukup kuat dengan muridnya. Saat rumah tangga dirundung masalah atau musibah, sang guru datang dengan nasehat dan bimbingan yang bisa menjadi solusi.

Tidak hanya itu, pengaruh doa guru juga sangat berpengaruh untuk mendapatkan keberkahan berumah tangga. Keberkahan tidak hanya dari sisi materi semata. Anak-anak soleh, anak-anak sehat, rumah tangga sakinah mawadah warahmah, merupakan suatu keberkahan yang luar biasa.

Kadang kita tidak sadar akan nikmat yang Allah berikan. Oksigen yang kita hirup merupakan nikmat Allah yang tidak dapat kita hitung nilainya. Dengan bekerja seumur hidup kita tidak akan mampu untuk membeli oksigen. Coba, kita iseng ga ngirup oksigen 5 menit aja.. ???????

Mari kita bangun keluarga yang indah, yang dihiasi dengan cahaya cinta dan iman kepada-Nya.

Big Hug Papa, Love U Suamiku (semoga suatu saat engkau membaca tulisan ini) hihihiii

9 Syawal 1436 H / 24 Juli 2015

sumber :

No comments:

Post a Comment

Cara Menyenangkan Mengajarkan Bahasa Inggris Pada Anak

pic from : bnu.edu.iq Mumpung lagi on-fire nulis blog, mari lanjutkan tulisan yang udah terlanjur numpuk di otak. Hehe.. Kali ini saya...